Profil

PENDAHULUAN

Keselarasan teori dan praktik dalam proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi ditentukan oleh optimalisasi Laboratorium. Laboratorium sebagai unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan, perlu didesain secara sistematis dalam menjalankan amanat undang-undang dan sesuai dengan kebutuhan. Keberadaan laboratorium yang efektif dan efisien dapat mendorong akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi. Laboratorium melalui ranah praktikum, penelitian dan pengabdian diharapkan meningkatkan kompetensi mahasiswa dan membuka peluang baru dalam mendorong sivitas akademik untuk menghasilkan karya-karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta disebutkan bahwa organisasi Fakultas terdiri atas: a. Dekan dan Wakil Dekan; b. Jurusan; c. Laboratorium; dan d. Bagian Tata Usaha. Maka Laboratorium dalam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang disebut Laboratorium Pendidikan adalah organisasi yang sah. Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 03 Tahun 2010 Tentang Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan dan Angka Kreditnya dalam Pasal 1 ayat 3 disebutkan bahwa Laboratorium pendidikan yang selanjutnya disebut laboratorium adalah unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan, berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistematis untuk kegiatan pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu, dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan/atau pengabdian kepada masyarakat.